MajalahPerwira, Nabire – Siswa SMKN 4 Nabire, Samabusa bersama Guru mengadukan kasus penyalanggunaan Dana Bos, Biaya Pendidikan Mahal, Hak-hak pelayanan terhadap siswa tidak berjalan efektif. Kasus ini diadukan langsung Kepada Lembaga Ombusmand Muda Indonesia, Indonesian Crisiss Center (OMI-ICC) Papua Tengah. Senin, (26/02/23).
Terkait hal tersebut, Ombusdman Muda Indonesia juga menyambut baik atas pengaduan yang dilakukan oleh Siswa bersama Guru SMKN 4 Nabire.
Saat Ombusman menanyakan terkait Kasus, Sala satu Siswa (Lepiton T) mengaku, bahwa fasilitas sekolah terbatas, sekolah SMK Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) tapi komputer tidak ada. yang ada Bangunannya saja, baru biaya pendidikan Mahal Guru-Guru lain juga tidak perna masuk sampai sekarang. Tutur salasatu siswa.
Lanjutnya Lepiton mengatajan ” Di SMK ini Anak-anak isap Rokok dalam kelas, dan Bunji Speaker ribut kesana-sini tapi Guru-Guru biarkan. Guru-Guru juga masuk sekolah sesuka-suka. Guru yang bilang kita begini : kalian kalo mau belajar panggil Guru di Ruang Guru, kita mau mengajar atau tidak yang penting gaji jalan”
Jhon Robert Jogi Selaku Guru mata pelajaran kimia juga Menambahkan, “Saya sangat kesal dan kecewa sekali kepada Kepala Sekolah Yohanes Singgamui tidak ada transparansi soal Keuangan. Saya minta Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) akhir Prakerin di Jawa siswa Kelas 12 tidak mau kasih, Dengan adanya laporan pengaduan ini kami Harapkan pemeriksaan ( AUDIT) keuangan itu harus dilakukan kepada Kepala Sekolah dengan Ketua Jurusan (Rizal) dari Lembaga yang berwewenang..
“Kepala sekolah ini harus diberhentikan dari jabatannya, sekaligus periksa Soal kegunaan anggaran Dana Bos, Dana Komite dan Dana Prakerin yang siswa Kumpul”
Menanggapi pengaduan, Firdaus Selaku Ketua Ombusdman Papua Tengah menyampaikan bawah,
Kami menerima pengaduan ini secara Resmi di Kantor Ombusdman dan akan ditindak lanjuti sesuai dengan tingkatan Masalahnya.
“Kami analisis dari penyelesaian kasus ini kan ada banyak temuan-temuan. Jadi, timsus 99 dari Ombusdman akan menyurati pihak sekolah, kemudian kami akan melakukan pemeriksaan Terhadap Sekolah. Misal kalo ada temuan yang lebih serius maka kami akan melanjutkan ke Atasan Dinas Pendidikan, Bupati dan yang berwewenang di Inspektorat”
Setelah pengaduan di kantor Ombusdman, selanjutnya pihak Lembaga Ombusdman dapat Mendampingi Guru dan Siswa SMKN 4 Nabire ke Kantor Dinas Pendidikan Bertemu Dengan Kepa Dinas Pendidikan.
Dra. Dina Pidjer, M.Pd Selaku Kepala Dinas Pendidikan Kab. Nabire Dirinya menyampaikan ucapan Terimakasih karena Pihak Ombusdman juga dapat mendampingi Kasus ini.
Saya Berterimakasih, kepada Guru dan Siswa yang sudah laporkan kasus ini. Pengaduan juga sesuai prosedur yang tidak diluaruar jadi, saya apresiasi.
Kami Pihak Pendidikan akan melakukan pemantauan dan Memberi Teguran. Tapi, saya Minta Lembaga Ombusdman dapat melakukan Investigasi di Sekolahnya, Jika ada temuan koordinasi kami biar kami tindak lanjut ke atasan kami (Bupati) dan Insprektorat yang berwewenang.
( I.C.L )
